Postingan

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Sabtu Vigili 2016 di Karawaci

Gambar
Jakarta, Hari Minggu Paskah 27 Maret 2016. Holaaaaaaaa semuanyaaaaahhhhh.. Jumpaaaa lagiiiiii Ciiiii.. Luuuuuuuk... Baaaaaaaaa!!!! *lalu ditonyo sama Maisy yang udah jadi dokter. Selamat paskah semuanyaaaaaa.... Pagi ini, saya bangun dengan perasaan bahagia, bahagia, bahagia. Iyesss.. saya alay. Saya bahagia binggo lah pokok e. Mas Mbong, Mas Pildacil, UmBen Semalam saya habis tugas koor di Paroki Santa Helena Curug-Karawaci. Coba, iseng banget gak tuh misa malam Paskah jauh-jauh. Ini dalam rangka tugas negara sekaligus tugas keagamaan, eh kebalik, tugas keagamaan dan tugas negara, seperti Mars Santa Maria, "Mengabdi Gereja dan Pertiwi" , seperti Mars de Britto "Bagi Tuhan dan bangsamu" , seperti Mars Seminari Mertoyudan "Sedia akan karya bagi Gereja Bangsa" (ciyeeeee yang pacarnya alumnus Seminari Mertoyudan... susasuiit), dan seperti original soundtrack Tahun Kerahiman Keuskupan Agung Jakarta "Mengamalkan Pa...

"Vina?"

Gambar
Aku melirik jam di ponselku. Sudah jam 10 malam. Vina masih asyik membaca novelnya di tempat tidurku. Dia memang suka menumpang baca di kamarku. Menurutnya kamarku lebih sejuk dan suasananya cocok untuk membaca. “Vin,” panggilku. “Hm..?” Vina mengangkat wajahnya dari novel yang sedang dibacanya. “ Udah malem, loh, ” ujarku. Aku juga sudah lelah, aku mau tidur. “Maaf ya, An. Kelamaan di sini jadinya,” Vina mulai mengemasi novel-novel yang dibawanya. Wajahnya menunjukkan keengganan. Pelan-pelam dia bangkit, beranjak menuju pintu, lalu berbalik, “besok malam boleh ke sini lagi, An?” “Iya, boleh,” jawabku. “ Thank you. Malam, Ana,” Vina pamit dan segera menuju kamarnya yang berada persis di seberang kamarku. Vina adalah sepupuku. Ayahnya dan ibuku adalah kakak beradik. Orang tuaku meninggal 10 tahun yang lalu dalam kecelakaan pesawat. Saat itu aku tidak ikut karena mereka melakukan perjalanan bisnis. “Dua hari lahi Ayah sama Ibu udah di rumah lagi,” begitu kata Ibu ...

Polemik Check In

Jakarta, 23 Desember 2015 Terminal 1B, Bandara Soekarno Hatta Hari ini saya berangkat ke Padang, lanjut perjalanan darat selama 2 jam untuk bisa sampai di rumah. Abang-abang dan adek saya sudah duluan. Setahun yang lalu, di tanggal yang sama saya juga melakukan perjalanan serupa, tapi sama pacar. Kali ini, saya sendirian. Hiks... Dari kos ke bandara saya naik taksi sama bapak supir taksi langganan (cieileeeeh langganan naik taksiiiiiii... ke BPOM. Uhuk.). Si Bapak cerita kalau dulu beliau juga pernah jadi teknisi pesawat selama belasan tahun. Beliau bilang kalau memang waktu adalah prioritas. Jadi, idealnya, tidak ada alasan untuk menunda penerbangan, kecuali cuaca yang gak memungkinkan. Bahkan untuk ganti spare part, kata beliau sudah diorder dari sejak pesawat masih mengudara, soalnya anggarnya jauh bok. Itu kata beliau. Mungkin teman-teman di bagian penerbangan bisa konfirmasi. Ehehehehehe... Penerbangan saya masih nanti, tapi saya sudah check-in sejak jam 6. Pokoknya nunggu di ...

Tentang Ibu

Jakarta, Di pertengahan usia 20an... Hooooooo... Saya tuh selalu sebel sama topik yang "memaksa" kita untuk membagi kelompok ibu-ibu menjadi dua: ibu bekerja dan ibu rumah tangga. Ada banyak manusia nyinyir di luar sana yang mendewakan ibu rumah tangga dan memandang rendah ibu bekerja. Ada banyak manusia nyinyir juga yang memuja-muja ibu bekerja dan menghina ibu rumah tangga. Saya akan menulis tentang sosok yang saya kenal dengan baik; ibu bekerja. Saya bisa memberikan banyak sekali contoh konkret. Tapi cukup saya ambil salah satu contoh terdekat, Ibu saya. Ibu saya seorang guru. Masih aktif sampai sekarang, di usia beliau yang ke 52. Masih ligat, semangat, gesit, dan cekatan. Saya mah kalah pokoknya. Ibu saya adalah salah satu dari banyak ibu bekerja. Syukurrrlaaah ibu saya guru, jadi kami selalu berangkat dan pulang bersama. Hehehehe.. Kalau saya libur, ibu saya juga... hohohoho...  Ibu saya bekerja sebagai guru sejak muda, selepas lulus da...

'Kami' bukan 'Kita'

Terminal, hmmm... Ga ada terminal, tapi saya berada di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Holaaaa... Saya habis jadi anak manja(joki) di rumah selama 10 hari. Ingin kuteriakkaaaaaan... "LIBURANNYA KURAAAAAAAANG!!!" Hiks, apa daya, saya harus kembali macul di ibu tiri sebelum perut saya membulat sempurna. Jadi begini, Sebagai orang Indonesia, saya, Anda, kita semua, sudah selayaknya dan sepantasnya untuk tahu, bagaimana menggunakan kata ganti orang dalam percakapan kita semua sehari-hari. Masalahnya, tidak semua dari kita tahu mana kata ganti orang yang sesuai. Mungkin tahu, tapi kebiasaan dan pemakluman dari banyak pihak membuat penggunasalahan kata ganti ini ibarat jamur di musim hujan, tumbuh subuuuuurrrr... Judul tulisan saya kali ini adalah contoh nyata bagaimana penggunasalahan kata ganti itu sudah mengakar di kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya, di kota-kota besar. Halah, repot amat sih, saya contoh nyata di mana tanpa sadar saya ikut meramaikan kes...

Sudah Pendadaran? Terus Kenapa?

Jakarta, 15 Juli 2015 Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta. Nama saya Cicilia. Status percintaan terakhir: punya pacar. Status pendidikan terakhir: Sarjana Farmasi, plus Apoteker. Status pekerjaan sekarang: karyawati di sebuah perusahaan farmasi, di Jakarta. Apa yang mau saya tulis kali ini berawal dari apa ya... Ironi? Terhadap apa? Terhadap selebrasi yang menurut saya (sorry to say) berlebihan. Yap. Berlebihan. Belakangan ini, saya lihat di sosial media, sebuah tren baru di kalangan mahasiswa yang baru kelar pendadaran: foto dengan selempang bertuliskan gelar, foto dengan umbul-umbul bertuliskan gelar, foto dengan apapun yang dibuat semencolok mungkin buat menunjukkan bahwa ada yang sudah sarjana. Lebay bener! Aslik! Pendadaran apa ikutan miss yunipers?? Anggaplah saya iri. Anggaplah saya nyinyir. Sungguh, anggap saya demikian. Saya persilakan. Melihat ke masa-masa jahiliyah, kakak tingkat saya, teman-teman saya, abang-abang saya, saya, adik tingkat (beberapa di bawah saya), abis ...

Pemalak 'Santun'

Jakarta, 26 April 2015 Oke, sebelumnya, saya mau bilang kalau ini adalah pengalaman pertama saya melihat si Pemalak 'Santun' ini. Gak tahu sih ya, kalau teman-teman yang lain sudah jauh lebih dulu atau lebih sering merasakan pengalaman seperti yang saya alami hari ini. Hari ini saya melakukan perjalanan ke Rawamangun, ada latihan koor di sana. Saya berangkat pagi, sekitar jam 09.30. Dari kos saya naik metro mini 70 sampai Blok M, lalu nyambung Mayasari R 057 jurusan Blok M - Pulogadung. Keberangkatan saya ini agak bejo gimanaaaa gitu, soalnya pas menjejakkan kaki turun dari metro mini, pas pula, Mayasari R 057 di depan mata, siap berangkat.  Latihan berjalan lancar, pukul 16.00 saya dan 2 orang teman mohon pamit terlebih dahulu, mengingat Mayasari nomor ini macam badak bercula 1, LANGKA! Lewatnya 1 jam sekali (itu juga kalau lewat). Hari ini kami agak beruntung. Kami hanya menunggu selama 30 menit. Lumayan... Nah, naiklah kami ke bus ini. Di belakang pak sopir, ber...