Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Namanya Galau

Zaman sudah berubah. Ditandai dengan kemajuan teknologi. Sekarang semua barang bisa touch screen. Hampir semuanya. Bahkan ada tipi yang bisa dikendalikan hanya dengan sensor pergerakan tangan. Bikin orang tambah malas aja. Selain itu sekrang apa-apa serba cepat, ringkas, tepat, dan orang-orang terkena sindrom yang umum, BB-ers, Behel-ers, Android-ers, DSLR-ers, tablet-ers, dan GALAU-ers. Apa yang menarik ya...? Ada lo. Lihat, zaman sekarang seluruh dunia gampang banget jadi galau. Kalo karena ga punya pacar, ga punya kerjaan, gak punya gebetan, terus galau, kayaknya masih wajar. Nah, sekarang apa-apa bisa mancing galau tuh. Ujan deresan dikit, galau. SMS gak dibalas pacar, galau. Gak punya duit buat beli makan, galau. Tugasnya banyak, galau. Iya kan? Ngaku deh. Kalo saya sadar betul, saya sudah kena sindrom ini sejak kata galau kembali mendunia. Menurut kamus bahasa Indonesia online, galau adalah pikiran yang kacau tidak karuan. Nah, kalo setiap saat orang update status galau, berart...

Belajar Menerima

Tadi pagi saya kuliah, ada presentasi. Bohong kalau saya bilang saya menyimak, karena buktinya saya malah menghabiskan waktu dengan baca komik. Tapi pas masuk sesi tanya jawab, saya menghentikan sejenak baca komik saya. Ada hal yang menarik, suasana yang memanas seperti biasa. Hahahaha... Beberapa mahasiswa sedang asyik membahas klausul penting dalam perundang-undangan. Namanya juga manusia, tulisan bisa sedikit salah paham, salah cara nangkep, mungkin bukan salah ya, agak beda cara penangkapan, sehingga satu klausul itu diulang-ulang, diputar-putar, bolak-balik, karena pemahaman yang berbeda. Semua saling menyerukan pendapat, menganggap pendapatnya paling benar, wajar lah, ego manusia. Siapa yang mau disalah-salahin, hayo... Pelajaran yang saya dapat adalah, betapa sulit manusia untuk menerima kesalahannya, kekalahannya, dan kekurangannya. Betapa sulit manusia mengakui keunggulan dan kelebihan orang lain. Sebenarnya kalau pendapat orang lain itu diresapi dulu, ditelaah, dianalisis, ...

Soal Cinta #2; Are you friend or foe...?

Suatu hari, sepulang kuliah, saya menemukan seorang kakak angkatan di kos keluar dari kamarnya dengan mata sembab mampus. Matanya juga merah dan sesekali dia sesunggukan tertahan. Lantas saya tanya, mengapa si kakak itu menangis, dia bilang, dia baru aja kehilangan. Waduh, saya pikir semacam kabar dukacita. Tapi kok di kos gak heboh gitu? Tapi, setelah saya tanya, memang gak berlebihan kalau dia sedang berdukacita, selain karena sohibnya di kos memilik balik dan bekerja di kampung halaman setelah merampungkan studi, ia juga kehilangan 1 hal, kepercayaan terhadap orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai SAHABAT. Ini salah satu hal menarik yang saya temukan selama kehidupan per-mahasiswaan saya. Topik tentang sahabat memang selalu sentimentil, menohok, dan yang pasti menarik untuk dibahas. Usut punya usut, si kakak –sebut saja dia Mawar- ini dulu punya “sahabat”, cewek (misalnya Ria) dan cowok (misalnya Bikram). Ke mana-mana mereka selalu bertiga. Kayak Trio Kwek-Kwek. Kalo si R...

10 Pesan Umum Orang Tua

1. Jangan boros... 2. Ramah sama orang lain... 3. Jangan gampang percaya sama orang yang baru dikenal 4. Gak isah belagak 5. Belajar yang rajin... 6. Sering-sering kasih kabar ke orang rumah 7. Kalau pacaran awas "SERGAP!!!" 8. Jangan pulang terlalu malam 9. Jangan lupa makan.. 10.. Ingat, berdoa, jangan lupa ke gereja.... Ada yang mo nambah?

Soal Cinta (#1)

Gambar
Saya sudah pacaran 4 tahun sama pacar saya yang sekarang, iya, pak guru tampan itu. Saya sayang? Ya iya dong. Cinta? Jelas, sebuah hubungan tanpa cinta, entah orangtua dengan anak, laki-laki dengan perempuan, sahabat, kalau tidak ada yang namanya cinta dan sayang, it’s nothing. Tidak bakalan awet. Sekedar cerita, saya sudah bilang kan kalau saya sayang sama pacar saya. Saya mau serius sama pacar saya, itu pasti, karena menurut saya, di umur saya sekarang, pacaran itu buat diseriusin, bukan buat main-main lagi yang putus-nyambung, kecuali, memang tidak cocok, daripada dipaksakan, ya mending bubar. Setelah mengenal pacar saya selama 4 tahun lebih, saya masih berusaha untuk menerima pacar saya apa adanya. Pasti. Pasti ada bagian dari diri dia yang saya kurang suka, begitupun sebaliknya, tapi selama ini, kami masih saling mengkomunikasikan, jadi, kalaupun berantem, gak di-ekspos ke media lah, malu. Tapi kalau ditanya, apakah saya terobsesi sama pacar saya? Hmmmmm… Kayaknya kok en...

Dan Kuliah Kosong (lagi)

Gambar
Yogyakarta, 13 November 2012 Saya lagi asik utak-atik tugas psikologi kesehatan di depan lepi. Lampu kamar sengaja saya matikan, tapi tv menyala, salah satu bentuk pemborosan, mengingat kabel lepi saya menancap dengan sempurna, tanpa batre. Kamar saya mendadak sendu, soalnya selain gelap di dalam, mendung juga menggantung indah kayak hiasan Natal (dan guess what...??? Saya gak pulang kampung! hahahahaha... *pedih). Terus... tepat jam 2 siang, hujan pun turun. Rimantis mampus! Mendadak ngantuk, dan saya memilih mematikan lepi dan lanjut tidur sebentar. Tapi.... demi menjaga agar boboknya gak kebablasan, saya menyetel alarm di telepon seluler, dan tv tetap saya nyalakan dengan volume gila-gilaan (ya iyalah, balapan sama suara hujan. Ada niatan untuk bolos, dengan alasan, "Hujan deres, Bu...." tapi saya lawan kata hati saya... Jangan, Cici, bayar kuliah sudah mahal, masak mau bolos? Ya... ya... ya... singkat cerita, saya pun bangkit dari kasur, mematikan alarm yang sudah nyanyi...