Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Alasan Saya Tidak Suka Nonton (Bukan) Empat Mata

Gambar
Sebelum meneruskan ke bawah dan membaca tulisan saya, saya tekankan:INI MENURUT SUDUT PANDANG SAYA (trauma dicari-cari orang lagi gara-gara blog). Oke, pertama-tama saya mau bilang salut, karena dari sekian banyak acara yang datang dan pergi, (Bukan) empat Mata bisa bertahan sampai lebih dari 8 tahun (kalau gak salah). Salut berikutnya adalah untuk sang pembawa acara, Oom Tukul Arwana dengan Jargonnya, "kembali ke laptop," berhasil mengubah hidup pria desa menjadi seseorang. From Zero to Hero, Nothing jadi Something! Kisah hidupnya bahkan sudah dibukukan, ya... saya belom pernah baca sih, tapi saya salut sama kerja kerasnya. Saya juga setuju dengan salah satu statement Oom Tukul yang bilang," Kalau mau sukses itu, harus kerja keras dan disiplin." Acara jam 7, datang jam 6.30. Saya setuju, dengan prinsip ON TIME, mengingat betapa sedikitnya manusia yang mampu dan mau menghargai waktu. Lalu, apa alasan saya sampai tidak menyukai acara talk show ini? 1. ...

Hampir Apoteker

Gambar
Yogyakarta, 1 Agustus 2013 Saya kok berasa sedang lulusan SMP. Hari ini kami berkumpul, dikumpulkan lebih tepatnya, untuk pengumuman kelulusan. Yudisium dengan cara yang belum pernah kami lakukan. Pukul 11 lebih sedikit, 116 calon Apoteker sedang berharap-harap cemas, lulus gak ya... (Padahal ya sudah pasti lulus, hanya belum tahu dapat nilai apa. hehehehe...). Lorong sempit di depan ruang K. 203 jadi semakin sempit karena dijejali 116 manusia dengan segala tipe dan luas permukaan tubuh. Dari yang iriiiiiiit kayak Agatha Novita sampe yang borooooosssss kayak Peffley Lukito dan Denny Andreas Purnomo, oh.. Si Rio Bagus Permadi juga (bagi Pak dhuwur e...). Satu persatu dipanggil ke dalam. Kami disambut bapak Dekan, ibu Kaprodi, dan ibu Wakaprodi. Kami diberi amplop dengan kop Fakultas seperti ini... Lalu, di dalamnya ada surat yang menyatakan kami lulus atau tidak seperti ini.... Nah, SMP banget ya... Hahahahaha... Tapi tetap saja euforia sudah lulus itu menyebar den...