Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

'Kami' bukan 'Kita'

Terminal, hmmm... Ga ada terminal, tapi saya berada di Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Holaaaa... Saya habis jadi anak manja(joki) di rumah selama 10 hari. Ingin kuteriakkaaaaaan... "LIBURANNYA KURAAAAAAAANG!!!" Hiks, apa daya, saya harus kembali macul di ibu tiri sebelum perut saya membulat sempurna. Jadi begini, Sebagai orang Indonesia, saya, Anda, kita semua, sudah selayaknya dan sepantasnya untuk tahu, bagaimana menggunakan kata ganti orang dalam percakapan kita semua sehari-hari. Masalahnya, tidak semua dari kita tahu mana kata ganti orang yang sesuai. Mungkin tahu, tapi kebiasaan dan pemakluman dari banyak pihak membuat penggunasalahan kata ganti ini ibarat jamur di musim hujan, tumbuh subuuuuurrrr... Judul tulisan saya kali ini adalah contoh nyata bagaimana penggunasalahan kata ganti itu sudah mengakar di kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya, di kota-kota besar. Halah, repot amat sih, saya contoh nyata di mana tanpa sadar saya ikut meramaikan kes...

Sudah Pendadaran? Terus Kenapa?

Jakarta, 15 Juli 2015 Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta. Nama saya Cicilia. Status percintaan terakhir: punya pacar. Status pendidikan terakhir: Sarjana Farmasi, plus Apoteker. Status pekerjaan sekarang: karyawati di sebuah perusahaan farmasi, di Jakarta. Apa yang mau saya tulis kali ini berawal dari apa ya... Ironi? Terhadap apa? Terhadap selebrasi yang menurut saya (sorry to say) berlebihan. Yap. Berlebihan. Belakangan ini, saya lihat di sosial media, sebuah tren baru di kalangan mahasiswa yang baru kelar pendadaran: foto dengan selempang bertuliskan gelar, foto dengan umbul-umbul bertuliskan gelar, foto dengan apapun yang dibuat semencolok mungkin buat menunjukkan bahwa ada yang sudah sarjana. Lebay bener! Aslik! Pendadaran apa ikutan miss yunipers?? Anggaplah saya iri. Anggaplah saya nyinyir. Sungguh, anggap saya demikian. Saya persilakan. Melihat ke masa-masa jahiliyah, kakak tingkat saya, teman-teman saya, abang-abang saya, saya, adik tingkat (beberapa di bawah saya), abis ...