Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Suatu Sore Bersamamu

Gambar
Aku sendirian lagi sore ini, menunggumu, masih di tempat yang sama. Sudut kafe yang temaram, yang selalu menjadi pelabuhan penatku untuk beberapa saat. Aku masih menunggumu, sampai hari ini. Setidaknya aku tak benar-benar sendiri. Secangkir kopi hitam nikmat yang masih mengepulkan asapnya dengan bahagia menemaniku saat ini. Kau belum juga datang. Aku merindukan kecupan kilatmu di puncak kepalaku saat kau datang dengan terburu-buru karena merasa berhutang waktu. Aku merindukan buku baru yang selalu ingin kau pamerkan padaku. Aku merindukan tawa renyahmu di sela-sela cerita dan kisahmu hari itu. Aku merindukan tatapan hangatmu yang selalu bisa membuatku ingin beranjak dan menghambur memelukmu. Aku ingat saat sebulan yang lalu… “Lili sayang, kamu mau bunga apa untuk pernikahan kita nanti?” tanyamu sambil menatap daftar bunga-bunga yang disediakan di florist itu. Hari itu, kita sedang mencari keperluan untuk pernikahan kita yang tinggal menghitung minggu. “Aku mau tulip, Sayang. ...

Finally part II

Ah... saya sudah lega duluan. Alasan saya? Karena saya sudah mendapatkan jadwal pasti untuk ujian tertutup. Thank's God biangeeeeeeeetttttttttttttt... Ternyata, mencari dosen untuk mencocokan jadwal ujian tertutup itu tidak sesulit mencari dosen untuk merevisi skripsi. Hahahahahaha... Yup, sekali lagi, ini waktunya saya membantai skripsi saya sendiri, yang sudah saya kerjakan selama berabad-abad. Ini titik terakhir per-S1-an saya. Saya bisa, seperti ketika teman-teman saya juga bisa melakukannya. Kelak, saya akan bisa dengan bangga berkata, WELL DONE!!!! _cici_

Finally

Suatu kebahagiaan tersendiri mendengar ibu dosen pembimbing skripsi mengatakan "Silahkan, kamu sudah boleh daftar ujian." Oke, sebenarnya tidak begitu juga sih yang dikatakan oleh beliau, lebih singkat lagi, karena saya yang tanya, "Sudah boleh daftar ujian, Bu?" dan beliau mengiyakan saya. Tanpa bermaksud hiperbola, tapi sungguh, saya bahagia sekali. Bahkan teman-teman seperjuangan saya, turut 'terharu' saat mendengar saya sudah boleh daftar ujian. Catat, saya baru mendaftar ujian, bahkan ujian tertutup saja belum. Berlebihan? Tidak, jika nasib per-skripsi-an nya seperti saya. Perjuangan merevisi skripsi sampai 14 kali (ini beneran, Believe it or not!), mengejar sang dosen yang rutin ke luar negeri dan suka gak kira-kira lamanya beliau di luar sana, tambah lagi rekan 1 tim saya yang mendadak menghilang. Andai saja dia menyingkirkan kemalasan, kami sudah bisa ujian bersama. Suer, kalau saja malas itu saya turuti, kalau saja saya bosan mengejar ibu dosen, mu...

Kata Hati...

Gambar
“Cinta tak harus memiliki.. Cinta adalah melihat orang yang kita cintai berbahagia, meski ia bersama orang lain”. Terlalu sering aku mendengar orang berbicara seperti itu padaku. Aku hanya bertanya, apakah itu benar? Karena kalau itu benar, itu sangat kejam! Untukku, cinta adalah egois. Cinta adalah milikku, jadi, bila cinta tak harus memiliki, aku tak akan mungkin membiarkan diriku jatuh cinta. Terlalu sakit untuk mencintai orang yang bahkan tak menyadari cinta itu sebenarnya untuknya. Tapi, mungkin kadangkala benar bila aku harus membiarkan orang yang kucintai bahagia bersama orang lain. Mungkin akan baik bila aku bernasib seperti si putri duyung yang tak mendapatkan balasan cinta dari orang yang dicintainya, lantas menghilang dalam sekumpulan gelembung. Entah sudah berapa lama aku merenungi nasib, nasibku yang tak kunjungan mendapat balasan untuk bertepuk. Harus berapa kali lagi aku menghela nafas sedih? Harus berapa kali lagi aku memasang wajah gembira di depanmu, sementa...