The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Finally


Suatu kebahagiaan tersendiri mendengar ibu dosen pembimbing skripsi mengatakan "Silahkan, kamu sudah boleh daftar ujian." Oke, sebenarnya tidak begitu juga sih yang dikatakan oleh beliau, lebih singkat lagi, karena saya yang tanya, "Sudah boleh daftar ujian, Bu?" dan beliau mengiyakan saya. Tanpa bermaksud hiperbola, tapi sungguh, saya bahagia sekali. Bahkan teman-teman seperjuangan saya, turut 'terharu' saat mendengar saya sudah boleh daftar ujian. Catat, saya baru mendaftar ujian, bahkan ujian tertutup saja belum. Berlebihan? Tidak, jika nasib per-skripsi-an nya seperti saya. Perjuangan merevisi skripsi sampai 14 kali (ini beneran, Believe it or not!), mengejar sang dosen yang rutin ke luar negeri dan suka gak kira-kira lamanya beliau di luar sana, tambah lagi rekan 1 tim saya yang mendadak menghilang. Andai saja dia menyingkirkan kemalasan, kami sudah bisa ujian bersama. Suer, kalau saja malas itu saya turuti, kalau saja saya bosan mengejar ibu dosen, mungkin nama saya belum terpampang di papan pengumuman pendadaran tadi sore. Untuk saya, itu mukjizat. Melihat nama saya (walaupun salah ketik oleh petugas sekre) terpampang bersama nama 3 orang teman saya lainnya, gak usah jauh-jauh, melihat intisari dan form pendaftaran ujian skripsi saya ditandatangani oleh ibu dosen, rasanya, 14 revisi saya itu mendadak "NOTHING!". Rasanya beban saya selama ini ketika orang-orang bertanya "Kapan ujian?" itu hilang, diangkat dari saya. Berlebihan? Sekali kali, tidak untuk yang nasib per-skripsi-an nya seperti saya. Maka, misi saya sekarang adalah menaklukkan tim penguji skripsi saya. Saya bisa saja mengandalkan dosen pembimbing saya,tapi apalah artinya saya jadi sarjana kalau cara berpikir saya seperti itu. Kalau teman-teman saya bisa, saya juga bisa dong. Kan skripsi ini saya yang buat, saya yang tahu, saya yang kerjakan selama berbulan-bulan. Saya tidak sendirian... Saya punya teman setia dan doa dari pulau seberang yang mengiringi saya. Akan saya bantai skripsi yang saya kerjakan ini! SIKAAATTTT!!!!



_cici_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Lagu Untuk Sakramen Perkawinan

Wednesday: A Child That Full of Woe

Lupa UUD 45