The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Dan Kuliah Kosong (lagi)

Yogyakarta, 13 November 2012
Saya lagi asik utak-atik tugas psikologi kesehatan di depan lepi. Lampu kamar sengaja saya matikan, tapi tv menyala, salah satu bentuk pemborosan, mengingat kabel lepi saya menancap dengan sempurna, tanpa batre. Kamar saya mendadak sendu, soalnya selain gelap di dalam, mendung juga menggantung indah kayak hiasan Natal (dan guess what...??? Saya gak pulang kampung! hahahahaha... *pedih). Terus... tepat jam 2 siang, hujan pun turun. Rimantis mampus! Mendadak ngantuk, dan saya memilih mematikan lepi dan lanjut tidur sebentar. Tapi.... demi menjaga agar boboknya gak kebablasan, saya menyetel alarm di telepon seluler, dan tv tetap saya nyalakan dengan volume gila-gilaan (ya iyalah, balapan sama suara hujan. Ada niatan untuk bolos, dengan alasan, "Hujan deres, Bu...." tapi saya lawan kata hati saya... Jangan, Cici, bayar kuliah sudah mahal, masak mau bolos? Ya... ya... ya... singkat cerita, saya pun bangkit dari kasur, mematikan alarm yang sudah nyanyi-nyayi indah, terus segera siap-siap ke kampus.
Kayak anak SD yang baru masuk sekolah, saya berangkat dengan semangat (jelas dusta), lalu mampir bentar di burjo beli es kopi, biar nggak ngantuk. Saya sengaja datang 30 menit lebih cepat, soalnya, mau bahas tugas psikologi kesehatan tadi sama tim tugas saya.
Sampailah saya di kampus, wuiiiiiiii......... kelas udah rame banget. Selain uda ada teman-teman yang dari pagi memang gak pulang, ada juga teman-teman dari kelas Industri. Terus saya heran, ngapain?
Tebak, beli pop mie! Ini warung kopi apa kelas anak profesi si...? Ada semacam ambiguitas di sini, tapi ya ... namanya lagi cari dana, asal halal mah hayuk lah, hajar!!!!
Singkat cerita lagi, pas lagi pada kacau di kelas, sang ketua kelas mengambil microphone, mengetuk 3 kali, lalu bilang...
"Teman-teman, kuliahnya kosong...:
JGERRRRRRRRRRRR!!!! Itu ya, kalau diibaratkan sinteron-sinetron zaman sekarang, ada bunyi geledek, raut muka yang heran bin gumun dan sedikit tidak terima, tapi ada kepuasan, dan kecewa mampus.
Yang saya ingin sorot adalah, kami, gak mau munafik, kami senang kalau ada kuliah kosong, tapi yo jangan sering-sering juga la ya... semoga penggantinya ga menumpuk di akhir. Huff...

_cici_

Komentar

  1. bukan nya asik ya klo9 kuliah kosong ;-p

    nih ane jual hiasan natal buat tar tanggal 25 :-p

    BalasHapus
  2. Yaaa, tapi jangan sering2 juga kalii kosongnya, percuma dong bayar uang kuliah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Lagu Untuk Sakramen Perkawinan

Wednesday: A Child That Full of Woe

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!