The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Diary Surabaya #3 :Pentol (Jangan Salah Baca!!!)


Pentol, dengan e lemah seperti kalau ngomong ‘bedak’ adalah sejenis jajanan anak-anak (walaupun yang uda gede juga doyan), yang saya dan teman-teman temukan di depan sebiah SD di dekat kost-kostan. Buat saya pribadi, pentol bukan barang baru. Pertama kali saya tahu ada makanan bernama pentol ini tahun 2010, di pulau seberang, tepatnya di Palangkaraya. Abang-abang penjual pentol ini saya temukan sedang mangkal di bagian belakang Rumah Sakit Dr. Doris. Waktu itu, saya dan rombongan ke sana dalam rangka mau lomba. Kami menginap di kompleks yang biasa dipakai untuk diklat. Letaknya persis di belakang rumah sakit itu.
Pentol di Palangkaraya (betulkan kalau saya salah ya) adalah bakso. Kalau bilang “Bang, beli pentol”, terus kalau abangnya nanya “Lengkap?” berarti itu beli semangkuk bakso, lengkap dengan mie, kuah, dan lain-lain. Kalau enggak lengkap, berarti ya pentolnya saja dengan saus plus kecap. Nah, kalau pentol yang saya temukan di Surabaya sini bisa milih, kalau bilang “Lengkap campur”, berarti ada bakso, tahu bakso, dan pentol goreng (pake kulit pangsit), lalu diberi saus plus kecap.
Di tengah kemahalan makanan di sini, pentol sungguh membawa angin segar. Soalnya beli 5 ribu aja tuh bisa bikin kenyang banget! Banyak bangettttttt…. (untuk ukuran saya lo, ya). Rasanya itu pentol kok gak habis-habis. Sampai nyesel beli pentol 5000 perak, mending beli setengahnya aja. Tapi ya memang dasarnya jajanan anak-anak, saya dan teman-teman pun semacam bersaing dengan para pelajar yang kinyis-kinyis buat beli pentol. Dari SD sampe SMA (bahkan kami yang sudah berjas almamater ini) mengantre buat beli sebungkus pentol. Lucunya lagi, justru kami yang udah sarjana ini ngah ngoh saat abang penjual pentol mengambil stok pentol rebus dari panci di bawah tirisan. Serentak saya dan teman-teman bergumam…”Waaaaaah…”.. Seolah-olah itu adalah teknologi paling anyar ngalah-ngalahin teknologi android, sampe abang-abang penjual pentol itu ketawa… Ngelesnya sih gampang “Maklum, di Jogja enggak ada…” hehehehehehhe…
Apapun itu, menurut saya, pentol harus dilestarikan. Tapi kalau bisa enggak usah sampai masuk mall segala ya, entar jadi mahal. Hehehehehehe… *Jadi pengen beli pentol… hehehehehe…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Lagu Untuk Sakramen Perkawinan

Wednesday: A Child That Full of Woe

Lupa UUD 45