The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Diary Surabaya #2; Training Warna-Warni

5 Februari 2013
Hari Selasa di RS ini berarti ada jadwal senam pagi berjamaah. Aerobik lebih tepatnya. Ada instruktur kheses yang didatangkan untuk memimpin senam.Saya agak teringat suasana kurang lebih 5 tahun yang lalu. Saat saya kelas 3 SMA sekolah saya mencanangkan program senam pagi bersama, tapi tiap hari Senin. Instrukturnya juga dari sanggar aerobik. Jadi ya gerakannya agak-agak gimana gitu... Pergerakan bagian belly yang jujur... Saya agak geli untuk menirukannya. Tapi toh, kami (anak-anak PKL) tetap ikut senam pagi gembira ria bersama para angkatan laut di lapangan Rumah Sakit yang memang sungguh JEMBAAAAAAAAAAAAAAARRRRR...!!!!!
Lalu, kaitannya dengan training warna-warni...? Ini dia...
Sebelum berangkat PKL kami disarankan membawa training karena ada jadwal rutin senam bersama. Sehari sebelum senam, kami tanya tentang atasan untuk dipakai saat senam, kata si ibu, "Bebas, kaos aja". Pas hari H, JENG JENG!!! Pasukan kami datang dengan mengenakan kaos warna-warni dan celana training dengan warna yang bervariasi, yang paling cetar sih warna pink stabilo gitu, HAhahahaha... Jadi, dari jarak 500 meter pun sudah kelihatan itu siapa.
Lantas kami senam dengan gembira.Gerakannya oke-oke, bahkan saya yang muda agak kesulitan mengikuti, soalnya sudah mulai jarang berolahraga, badannya terasa kaku dan agak berat. Di barisan paling depan, persis di depan mbak instruktur, ada sekumpulan ibu-ibu yang kayaknya emang niat senam. Sangat bersemangat! Setiap gerakan diikuti dengan sempurna!
Akhirnya setelah perjuangan karena gerakan mbak instruktur aneh-aneh, jauh pula, jarang olah raga pula, lama pula... (1 jam cyiiiiiiiiiin...), berakhirlah senam gembira berjamaah itu. Uda mau segera pulang ni, karena kami hanya punya waktu 1 jam untuk mandi, bersiap-siap, dan kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan PKL. Tapiiiiiiiiiiiiii...pas mau balik, seorang ibu (yang kayaknya salah satu penggede di RS) menahan kami. Terjadi dialog sebaai berikut:
Ibu (I): Darimana, Mbak?
Kami (K): Farmasi, Bu.
I: Ini memang tidak ada seragam ya..?
K: (seragam opo, la wong nang kampus rak tau senam je..). Seragam, Bu? Enggak punya, Bu.
I: La yo... Tapi mbok kalau bisa trainingnya jangan warna-warni begini, ada yang hitam, ada yang pink. Kurang enak dilihat.
Tida-tiba seorang bapak (yang kayaknya penggede juga) datang dan ikutan ngomong.
Bapak (B): Yang mahasiswa, ke sini..sini...
Rombongan berkumpul, membentuk suatu lingkaran kecil, empet-empetan.
B: Kalian mahasiswa kan? Generasi penerus.. Mbok disiplin. Ini kan semua pakai seragam, kok yang mahasiswa malah enggak. Ada yang warna ini, warna ini.. Kan kalian di rumah sakit angkatan laut, harus disiplin. Kalau bisa sewarna. Kausnya ya sebaiknya sewarna, dimasukkan ke trainingnya, kan rapi. Ini yang rapi, ada yang kausnya keluar. Terus itu yang cowok-cowok, mbok jenggotnya dicukur (mendadak teman saya yang memang berjenggot memegang jenggotnya).Biar rapi dan bersih. Kalau di sini ya sebaiknya ada perubahan.

K (eh, saya doang ding): (Asem, gek kesel, ditegur maneh. Mung ngerti dikon gowo training je...)
K: Iya, Pak, terimakasih... (Lah tooo, lagi 'diseneni' malah terimakasih. Dunia ini memang kejam. Darah itu merah, Jenderal!!!!).

Kami pulang, ya saya pribadi sih rada kesal. Kami tidak tahu kalau harus segitunya di sini. Tapi, mengingat tugas negara ini masih lama, kami harus berubah, menemukan titik nyaman, dan mengikuti peraturan. Mengalah untuk menang gak ada salahnya...

Sabaaaaaaarrrrrrrrrrr....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Lagu Untuk Sakramen Perkawinan

Wednesday: A Child That Full of Woe

Lupa UUD 45