Postingan

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Memilih; I am a Voter! For a Better Indonesia...

Gambar
Jakarta, 9 Juli 2014 Hari masih pagi ketika saya dibangunkan oleh dering ponsel saya sendiri. Jam 6.45. Mau muntab rasanya, tapi saya ingat, abang saya mau datang mengambil formulir A5 nya demi bisa mencoblos hari ini. Hahahahahaha... Dia bahkan datang jauh-jauh dari Salemba sana ke Pos Pengumben demi secarik A5 yang 'katanya' adalah surat sakti untuk kami-kami perantau ini bisa memilih di Jakarta. Kelar mendapatkan A5-nya Abang saya kembali ke Salemba, dan melanjutkan petualangannya di sana. Saya juga kembali, menghimpun teman-teman kos yang siap memberikan suaranya untuk presiden jagoannya. Tapi amunisinya beda-beda. Ada yang sudah punya A5 kayak saya, ada yang bawa C6, ada yang cuma bawa KTP, berharap bisa ikut andil di pemilihan presiden kali ini. Sampai di TKP, tentu saja, yang bawa C6 dan KTP ditolak, namun dialihkan ke Kelurahan. Sempat was-was juga nih, semoga kejadian waktu pemilihan legislatif tidak terjadi lagi. Bagaimanapun 4 teman saya yang bermodal ...

Surat Terbuka untuk Seluruh Indonesia

Gambar
Jakarta, 3 Juli 2014 Woooooyoooooo semuanyaaaaahhhhh... Selamat berjumpa lagi dengan sayaaaaah... Sudah berabad-abad saya gak nulis blog ini. Laba-laba uda bersarang deh di sini. Baiklah... Langsung saja... Indonesia Raya sedang bersiap-siap untuk melaksanakan pesta demokrasi, PEMILU. Kali ini, kita semua tengah bersiap untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2014-2019. Entah perasaan saya saja atau bagaimana, tapi pencapresan kali ini seru banget gak sih? Mungkin karena calonnya cuma 2 pasang ya, jadinya perhatian masyarakat 'cukup' terpecah jadi 2; Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK. Masalahnya, baik perhatian dan kampanye jadi agak keterlaluan, menurut saya. Benar-benar kelihatan siapa menyerang siapa. Agak berlebihan sih. Mendukung Capres dan Cawapres pilihan sih sah-sah saja, tapi kan gak harus pake acara 'menjatuhkan' lawannya dong, ya. Semua dicari celahnya, dicari kurangnya, pokoknya gak ada calon yang 'bersih', gak ada cal...

Anniversary Mamak dan Bapak

Gambar
Jakarta, 4 Mei 2014, Hari ini, tepat 28 tahun yang lalu, sepasang anak manusia disahkan menjadi sepasang suami istri yang berjanji untuk hidup setia, dalam untung dan malang, dalam suka dan duka sampai maut memisahkan. Dan 28 tahun kemudian, mereka masih bersama, masih mengarungi bahtera yang sama, dengan 4 anggota lainnya yang tersebar di mana-mana. Pasangan ini tidaklah sempurna, pertengkaran ada kalanya menyelingi rumah tangga mereka. Namun, mereka berjanji tidak hanya di depan saksi semata, mereka berjanji di depan Tuhan, yang berarti pertanggungjawabannya amatlah sulit.  Hidup berumahtangga bukanlah mudah untuk mereka, perbedaan prinsip, munculnya anak-anak yang tanpa disadari mempengaruhi kondisi bahtera itu sendiri. Tapi di sanalah mereka, siap kapan saja. Mengerti dan memahami tanpa banyak bicara. Bekerja dan berupaya sebagai satu kesatuan. Ibarat kepala dengan badan, mereka tidak terpisahkan. Selamat ulang tahun pernikahan yang ke 28 Mama...

Pelajaran Bahasa Indonesia

Gambar
Jakarta, 29 April 2014. Hai semuanyaaaaaa.... Apa kabar? Wah, lama tidak berjumpa ya. Baiklah, sebelum saya semakin besar kepala, merasa yang baca blog saya ini ada banyak, saya mau menulis saja. Tulisan kali ini berasal dari keprihatinan saya pribadi tentang semakin lunturnya kebanggan orang Indonesia untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ya...mungkin juga aneh kalau berbicara sama temannya dengan bahasa yang terdengar kaku dan baku. Tapi, ini bahasa kita sendiri. Tanggal 28 Oktober 1928 saja para pemudanya bersumpah "Menjunjung tinggi bahasa PERSATUAN, BAHASA INDONESIA", bukannya, "bahasa gaul", atau "bahasa alay". Kita mulai dari sejarah singkat dan teramat singkat dari saya. Akar bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Bahasa Melayu ini berkembang sangat pesat di Indonesia hingga kita bisa mengenal Bahasa Indonesia yang seperti sekarang ini tentunya dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah adanya bahasa lain: Sanskerta, Arab, ...

Gadget: Antara Iman dan Hiburan

Gambar
Jakarta, 6 April 2014 Hai semuanya... Rasanya sudah bertahun-tahun blog saya ini tidak saya tulisi. Sibuk? Ah, alibi itu. Malas mungkin lebih tepatnya... Plus, pulsa modem yang sirna sekejap mata. Oke, saya menulis blog kali ini semata-mata karena gonduk dan saya tidak tahu mau menumpahkannya ke mana. Dan sebagai informasi, saya pernah menulis di blog ini dengan tema yang serupa. Ini adalah bulan ke 6 saya ada di Jakarta sebagai buruh pabrik kuali (hanya kiasan, tapi memang saya masih berstatus buruh). Selama 6 bulan ini, belum pernah 1 misa mingguan pun saya lewatkan (dan untuk seterusnya, jangan sampai ada yang missed ). Menjadi warga Jakarta bukanlah mimpi saya. Kota ini terlalu crowded , terlalu egois, dan yang jelas, saya tidak mau beranak-pinak di sini. Memang, masih banyak orang baik di Jakarta, tapi bukan itu yang hendak saya ceritakan. Selama saya di sini, ada 3 gereja yang pernah saya datangi untuk misa; Kristus Salvator Slipi ,Maria Kusuma Karmel Meruya, dan...

Untuk Kamu...

Gambar
Kamis, 23 Januari 2014 Pukul 20.33 waktu setempat... Aku duduk dan mulai menulis... Hari ini hari spesialmu... Tapi yang aku sesalkan, aku tak di sampingmu di hari istimewamu ini Hari ini berlalu begitu cepat, namun terasa panjang, karena keadaan yang tidak mengizinkanku untuk kembali agar bisa menyapamu lebih dini... Kita tidak begitu jauh, tapi sungguh sulit bagiku untuk bisa menatap jauh ke dalam matamu lagi, Sungguh sulit bagiku untuk mendapatkan senyum ala anak kecil yang sebenarnya kadang tidak sepadan jika dibandingkan dengan usiamu sekarang, namun entahlah... Perpaduan itu tampak begitu sempurna di dirimu... Di harimu ini, aku mau bilang... "Terimakasih Tuhan, sudah menciptakan pria ini, tepat 26 tahun yang lalu... Terimakasih Tuhan, sudah Kaupertemukan aku dengan dia 5 tahun yang lalu... Di tengah hiruk pikuk manusia, Kautunjukkan satu untukku... Dia... Terimakasih Tuhan, untuk segala pergumulan hati yang pernah kami alami bersama... Itu berat, teramat ...

Untuk Yang (Merasa) Muak Dengan Indonesia

Gambar
Jakarta, 4 Januari 2014 Belakangan ini saya sering melihat beberapa teman saya menulis status tentang betapa muaknya mereka dengan negara kita tercinta, Indoensia. Ada juga yang akhirnya bisa menghela nafas lega karena akan segera berganti Presiden (walaupun saya enggak melihat satupun calon kuat yang pantas jadi Presiden berikutnya). Ada yang kesal karena merasa pembangunan hanya terjadi di Pulau Jawa dengan mengeruk kekayaan alam di Sumatera, Kalimantan, dan pulau-pulau potensial lainnya (la wong Ibukota di Jawa, wajar mah itu). Ada juga yang pengen berganti kewarganegaraan dan pindah ke negara lain, tidak menjadi masyarakat Indonesia lagi. *Miris... Saya bukan siapa-siapa, hanya warga biasa yang sedang mengurus NPWP dan terdampar di Ibukota. Saya bukan pahlawan yang rela mengorbankan seluruh jiwa raga dan harta benda mereka demi menjaga agar Sang Saka bisa berkibar dengan gagahnya di udara. Saya bukan dewan tertinggi negara yang entah benar entah tidak, tapi (kata...