Postingan

The Wonderfools: Bukti Kalau Jadi Superhero Gak Harus Keren!

Gambar
Tahun 1999. Tahun di mana dunia sedang HERO, HEboh ROmbongan perkara mau ganti milenium, ada yang bilang bakal kiamat lah, bug di komputer yang mengancam nyawa lah, end of the world lah, runtuhnya perekonomian dunia (ini mah tiap tahun ada aja isu begini. Apalagi kalau Anda WNI. Hufffet…), dan isu negatif lainnya. Semua orang panik. Meski gak terang-terangan. Seluruh dunia, termasuk orang-orang di sebuah kota kecil bernama Haeseong. Haeseong gak seperti kota-kota fiktif drakor umumnya. Kota ini, entah kenapa terkesan berantakan banget. Berantakan dan menyimpan misteri yang sedang menunggu untuk dikupas lapis per lapis.   The Wonderfools Beginning... Serial baru dengan judul The Wonderfools ( 더 원더풀스)  tayang di Netflix sejak tanggal 15 Mei 2026 kemarin. Posternya yang memasang wajah si pemeran utama wanita plus bentukannya yang Y2K banget berhasil bikin saya terpikat dan akhirnya serial itu berhasil saya tuntaskan dalam 3 hari! Yes, 3 hari, di rumah pas semua uda bobok, di kant...

Hampir Apoteker

Gambar
Yogyakarta, 1 Agustus 2013 Saya kok berasa sedang lulusan SMP. Hari ini kami berkumpul, dikumpulkan lebih tepatnya, untuk pengumuman kelulusan. Yudisium dengan cara yang belum pernah kami lakukan. Pukul 11 lebih sedikit, 116 calon Apoteker sedang berharap-harap cemas, lulus gak ya... (Padahal ya sudah pasti lulus, hanya belum tahu dapat nilai apa. hehehehe...). Lorong sempit di depan ruang K. 203 jadi semakin sempit karena dijejali 116 manusia dengan segala tipe dan luas permukaan tubuh. Dari yang iriiiiiiit kayak Agatha Novita sampe yang borooooosssss kayak Peffley Lukito dan Denny Andreas Purnomo, oh.. Si Rio Bagus Permadi juga (bagi Pak dhuwur e...). Satu persatu dipanggil ke dalam. Kami disambut bapak Dekan, ibu Kaprodi, dan ibu Wakaprodi. Kami diberi amplop dengan kop Fakultas seperti ini... Lalu, di dalamnya ada surat yang menyatakan kami lulus atau tidak seperti ini.... Nah, SMP banget ya... Hahahahaha... Tapi tetap saja euforia sudah lulus itu menyebar den...

Menuju Apoteker (rev.01)

Gambar
Yogyakarta, 30 Juli 2013 Jam di kos saya menunjukkan waktu 22.27 Suhu? Entahlah, yang jelas ini dingin sekali, terlebih untuk ukuran seorang anak yang 15 tahun hidupnya tinggal di gunung, ini dingin sekali. Saya seorang mahasiswa profesi Apoteker. Saya sungguh berharap bisa lulus dengan PUJIAN, dalam arti yang sebenarnya. Dua hari lagi akan ada Yudisium. Nilai saya belum keluar satu, di saat teman-teman bahkan sudah tahu nilai finalnya. Saya berharap, nilai saya itu pecah dengan sempurna dan mampu membuat saya tersenyum bangga saat melihatnya. Yogyakarta, Agustus 2008 Saya agak lupa tanggalnya, pertengahan lah, saya masuk ke kampus ini sebagai seorang mahasiswa baru. Cupu, tapi belagu. Minder, tapi sok eksis. Berisik, dan semakin berisik. Iya, manusia itu, saya. Rambut masih pendek dengan model emo yang berjaya banget saat itu. Celana masih yang gombrong-gombrong. Kaus? Pinjam pula dari abang saya. Sepatu? Sneakers hitam dengan tali merah yang langsung kelihatan dari jarak 300 m...

Apa Adanya...? Atau Seadanya...

Tadi malam saya misa di kampus. Sudah tahu lah ya, saya misa di mana... Yang ingin saya ceritakan adalah, 'penampakan menakjubakan' yang saya lihat tadi malam di misa yang saya ikuti itu. Bukaaaan... Bukan hantu atau dedemit, manusia biasa kok. Sebelum masuk ke inti cerita, ada baiknya saya membuka dengan latar belakang masalahnya dulu... Ciyeeeeeeeeee yang pernah bikin skripsi... Bapak saya seorang aktivis gereja. Aktif pake banget! Mazmur, lektor, organis, jadi Yesus tiap Jumat Agung, persembahan, kolekte, cuma petugas parkir gereja yang enggak dijabanin sama bapak saya. Akhirnya, bapak saya jadi pro diakon dan ikut Pastor di gereja untuk membagikan komuni. Tambah lagi, bapak saya ini adalah ketua rayon (ketua lingkungan) seumur hidup di wilayah rumah saya. Beneran, dari saya belom ada di dunia, sampe sekarang saya sudah hampir 23 tahun melihat dunia, bapak saya sudah jadi ketua rayon (kayaknya). Wooooooooooowwwwwwwww.... Tiap kali pemilihan ketua rayon baru, tetap bapak say...

Tiga Hari Untuk Selamanya

Gambar
Hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional untuk SD. Iya, yang SMP dan SMA terkesan sudah merdeka karena sudah selesai UN. Padahal ya masih ketar-ketir juga, "Lulus enggak yeee...?". Tenang aja, sudah belajar? Berdoa? Minta restu orang tua dan guru? Sudah isi lembar jawabannya? Pasti Lulus! Amiiin... Menarik. Dari tahun ke tahun selalu ada kebiasaan unik di tiap sekolah dalam mempersiapkan UN, dari yang wajar sampai yang kurang tahu juga masih wajar atau enggak. Dari misa atau doa bersama, pengajian, istigosah, nyekar ke makam, sampai disediakan susu buat peserta ujian dengan harapan mereka bisa tenang mengerjakan ujian, selain itu kandungan dalam susu bisa merangsang otak besar. Pak, pliss... Kalau memang niat mau kasih susu, ya kasih dari awal kelas 6 dimulai juga kali. Opo ya pagi minum susu langsung pintar gitu? Mending kalau itu anak biasa minum susu tiap hari? Lah kalau enggak? Sia-sia juga, ada juga mules, karena perutnya enggak biasa nerima susu. Anyway, sepa...

Sawah

Gambar
Ada apa dengan sawah? Mengapa judul cerita saya kali ini setelah sekian tahun tidak menulis, saya memberi judul sawah pada cerita saya? Jawabannya ada di cerita yang saya tulis di bawah ini. Hari ini saya merasa saya melewati satu hari yang berkualitas. Mengapa? Karena seharian saya melakukan kegiatan bermanfaat. Bangun pagi (terlambat pula), mandi, minta dijemput (dengan SMS semena-mena minta jemput sama Suriadi), berangkat ke Apotek Pendidikan Sanata Dharma tercinta, tempat janjian paling yahud (soalnya gampang lah nyarinya, plangnya gede banget begitu), terus lanjut ke Jalan Kaliurang, terus ke UKDW, dan finally berangkat ke Samigaluh, Kulon Progo. Keberangkatan saya dan teman-teman ke sana dilakukan dalam rangka kegiatan bakti sosial. Akan ada pemeriksaan dan pengobatan gratis (tapi sih ketua panitianya bilang ini bukan pengobatan gratis, tapi skrining kesehatan. Iyo i waelah). Acara di sana berlangsung jam setengah 10 (katanya), tapi toh dimulai lai itu sekitar jam setengah 12. ...

Diary Surabaya #5 -end

Halo, biarpun judulnya diary Surabaya, tapi bikinnya di Jogja.. Hahahaha... iya, saya dan teman-teman sudah pulang, kembali ke kota Jogja dengan bawaan yang beranak-pinak. Hehehehehe.. Jadi, ada beberapa hal yang saya temukan dan rasakan selama lebih kurang 2 bulan kehidupan saya di Kota Pahlawan ini.. 1. Sepupu yang Tertukar. Ini bukan sinetron kok.. Hehehe... Ini fakta. Jadi, waktu saya masih di Bukittinggi, masih keciiiilll kaya upil, saya sering main ke rumah maktuo saya. Maktuo saya ini punya 5 anak: 3 laki-laki dan 2 perempuan, naaaah.. anak maktuo yang bungsu itu seumuran dengan saya. Jadilah, saya punya temen main, plus, punya 5 abang dan 1 kakak. Abang-abang saya ini (sepupu) uda besar-besar.. Kalau enggak salah, pas saya lahir itu si abang yang sulung uda mo lulus SMA gitu, jadi memang jarak umur di antara kami sangatlah jauh... Nah, Keluarga ini berencana pindah ke Bandung, sementara abang-abang meneruskan sekolah, ada yang di Bandung, ada yang di Surabaya. Intinya, terak...

Diary Surabaya 4#: "Pak, Saya Ini Calon Apoteker.."

Gambar
Surabaya, 14 Februari 2013 Di hari kasih sayang alias Valentine (Sial!!! Hari Valentine, malah jauh dari Mas Pacar) kemarin, saya dan teman-teman PKPA tetap masuk dan menjalankan tugas dan kewajiban seperti biasa, sesuai jadwal (ya iyalah... Maunya doang Valentine dijadikan hari libur Nasional..). Hari itu, kelompok saya mendapatkan jadwal praktik di bagian UDD atau Unit Dose Dispensing. Ada 3 paviliun yang akan kami masuki, paviliun C1, B1, dan 7B (paviliun syaraf). Dari 6 orang di kelompok, kami dibagi lagi ke dalam 3 kelompok kecil, masing-masing 2 orang untuk 1 paviliun. Jadilah, selain demi kemudahan dalam membuat laporan, kami sepakat membagi diri sesuai asal universitas (1 kelompok terdiri dari 6 orang yang berasal dari 3 universitas berbeda). Saya dan teman saya (sebut saja Stefi) mendapat praktik di paviliun 7B yang mana adalah paviliun untuk penyakit syaraf. Pekerjaan kami di tiap paviliun adalah, mencatat obat apa saja yang tersedia di sana, mengelompokkan obat-obat yang su...